E-mail : desa_tamblang@ymail.com

Kapan dan di Mana Meski Sembahyang

Pura Bale Agung (Desa Tamblang)
Mebanten atau sembahyang bagi umat Hindu wajib hukumnya. Tetapi soal waktu memang ada ketentuannya. Misalnya ngaturang banten Saraswati atau Kuningan ditentukan pada saat matahari terbit sampai sebelum tengah hari. Lalu sembahyang Tri Sandhya ditentukan pelaksanaannya pada pagi, siang dan sore atau malam hari. Meski memungkinkan, terutama apabila keadaan (kala) memang dirasakan tidak memungkinkan, dapat dilaksanakan di luar waktu yang telah ditentukan. Kecuali upacara tertentu yang memang tidak bisa dialihkan ke waktu lain, seperti Tawur Kesanga, misalnya.

Pura Dalem (Desa Tamblang)
Mendirikan Kamulan baru, terpisah dari Sanggah Gede memang sepatutnya didahului upacara “mendak dan nuntun” Bhatara-Bhatari Kawitan untuk disthanakan di sanggah baru. Kalaupun tidak bisa langsung mendak dan nuntun dapat juga dilakukan dengan “ngayat” dari tempat sanggah baru itu didirikan. Itupun kalau yang menjadi alasannya menyangkut jarak, misalnya mendirikan sanggah di daerah transmigran. Tetapi kalau masih di seantero Bali rasanya upacara mendak dan nuntun Bhatara-Bhatari Kawitan patut dilakukan.

Bila mebanten ataupun sembahyang di Sanggah Kamulan arah hadap sebagaimana sudah menjadi konsep Hindu adalah ke Timur atau Utara atau Timur Laut. Tetapi untuk arah hadap waktu mebanten jelas mengarah sesuai dengan letak palinggih. Tentang siapa yang dituju waktu mebanten atau sembahyang, kalau di Sanggah Kamulan jelas Bhatara-Bhatari leluhur. Dan bisa juga ditujukan kepada Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Hyang Guru.

Perihal kemana saja harus sembahyang bila di desa kelahiran ada Sanggah Gede dan Sanggah Pakurenan, umumnya seperti sudah sering dilakukan. Jika mebanten atau sembahyang sehari-hari cukup di Sanggah Pakurenan saja. Tetapi bila mebanten atau sembahyang dalam rangka rerainan seperti Kajeng Kliwon, Purnama Tilem, Saraswati, Galungan, Kuningan kiranya akan lebih baik dapat pedek tangkil ke Sanggah Gede bahkan ke beberapa pura di seputar desa seperti Kahyangan Tiga. Lebih dari itu bila memungkinkan dapat melakukan persembahyangan melalui tirtha yatra ke kahyangan-kahyangan jagat, minimal yang ada di Bali.




No comments:

Post a Comment

Post a Comment