Ini adalah cerita teman saya, sebut saja namanya si Dia. Cerita ini berkisah pada suatu malam si Dia ini mencuri ayam bersama salah satu temannya di kandang ayam milik Guru yang pekerjaannya bukan mengajar, pasti tau donk temen-temen semuanya, Guru apa yang pekerjaannya bukan mengajar? hehee..... Kandang ayam ini berdekatan dengan rumah Guru yaitu di selatan SMPN 2 Kubutambahan, Desa Tamblang.
Si Dia dan juga temannya ini adalah tetangga atau satu lingkungan dengan si Guru. Jadi observasi terhadap lingkungan dan keadaan Guru sudah dipahami sekali oleh si Dia dan juga temannya. Tinggal menentukan kapan saatnya beraksi. Hanya si Dia yang bertindak mengambil ayam sedangkan temannya menunggu di jalan sambil menunggu aba-aba siap kabur.
Pada saat kejadian pencurian ayam broiler itu, anak Guru terbangun mendengar bunyi ayam di kandangnya. "Wah..., ada yang mencuri ayam nih", pikir anak Guru. Segera setelah itu anak Guru ini mengambil motor Suzuki Shogunnya untuk menyelidiki apa yang terjadi. Tepat di depan sekolah si Dia ini berkata "Berrhassilll..." (maksudnya berhasil mencuri ayam) pada anak Guru dari kejauhan. sedangkan temannya sudah kabur duluan melihat anak guru ini datang. Karena malam hari si Dia tidak melihat bahwa yang datang adalah anak Guru. Si Dia ini berpikiran bahwa itu adalah temannya yang juga pengendara Suzuki Shogun sama dengan anak Guru. Mungkin si Dia hanya mendengar dari suara knalpot yang sama ya. Saat itu juga si Dia digelandang ke rumah kepala desa. Urusannya untung tidak sampai ke polisi dan jalan damai tetap ditempuh. Sampai saat ini teman saya itu mendapat julukan "berrhasssill" walaupun tidak berhasil, heheee...kasian deh...
Ini adalah kisah pencuri yang kurang profesional. Jangan sekali berminat untuk menirunya. (Sugi)
E-mail : desa_tamblang@ymail.com
Kisah si Dia si Pencuri Ayam
Nginsanang Beler
Cerita tentang percakapan anak kecil yang tinggal di Desa Tamblang dengan seorang Bapak (Guru) dari Desa Tamblang tetapi merantau disalah satu kota di Bali. Percakapannya sangat menyentuh hati seperti dibawah ini :
Anak : Ruk dije jani Guru ngoyong..?
Bapak : Guru jani ngoyong di gumi Badunge
Anak : Beh jug joh gati, dadi cang metakon ?
Bapak : Ape kal takonang cai ?
Anak : Icang ningeh orte ruk, sajaan Guru beler gati kone o ruk ?
Bapak : Kene nah, apang cai nawang, Guru saje Guru beler kewale beler Gurune sing taen abe Guru mulih? Yen Guru mulih, beler Gurune jang Guru di pintu pagar umahe? Yen Guru mulih ke Desa Tamblang, Yen uli kelod tekan Gurune. Beler Gurune kinsanang Guru di Braban Bilane?, Sekewale yen Guru teke uli kaje, beler Gurune kinsanang Guru diDelod Tajune?.
Anak : Beh duweg masi Gurune ene o ?
Anak : Yen care icang, Beler icange kinsanang icang di Geni ajak di Peretiwi ruk !
Bapak : Ngidaang gen cai……..sing nyak kalah !!! hehehe…
Baud Gati...
Dijo Umahne…?
Ini sebuah cerita yang sampai sekarang sangat menglitik saraf tawa saya. cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, seseorang dari Desa lain ingin mencari seseorang di Desa Tamblang. sebut saja namanya Mr.X Setelah mondar mandir dia bertanya, akhirnya dia bertanya pada orang yang berdiri di pingir jalan yang namanya Darbe,
Mr.X : “Dije umahne Darbe Konyong nah…?
Darbe : “Bih…cobak dajane takonang moh….
(Padahal di dalam hatinya sudah panas sekali, karena dia sendiri yang dicari)
Akhirnya Mr.X ini bertanya pada orang lain, sesudah bertanya kepada orang lain,
dan dibilang bahwa yang ditanya barusan itulah yang bernama Darbe konyong,
alahkah terkejutnya dia, akhirnya Mr.X kembali mencari Darbe konyong dan meminta maaf.
Mr.X : “Bih sory nah…sing tawang madan Darbe Konyong nok.
Darbe Konyong : “hehehe…nah sing engken…(didalam hatinya sudah tertawa hahaha..)
Kisah Si Andi
Anak kelas 4 SD ini memang bandel, pada waktu gurunya mengajar sering mengerjai teman2nya, sebut saja namanya Andi. saking nakalnya sering membuat gurunya naik pitam.
hari ini murid2 masuk sekolah karena habis libur panjang, Andi yang pemalas ini bangun kesiangan, sesudah cuci muka, gosok gigi dan berpakainan dia langsung pergi ke sekolah, dan sesampainya disekolah teman-temannya sudah masuk kelas. dan dia dengan santai nyelonong tanpa memberikan salam kepada gurunya, setelah duduk dia ditanya pada gurunya,
Guru : “ Andi kenapa kamu telat…???
Andi : “ Kesiangan Pak…(dengan santai dia menjawab)
Guru : “Sekarang anak2 keluarkan buku matematikanya
Murid2 : “iyaaa….pak…
semua murid sudah diberikan pertanyaan dan kini giliran andi,
Guru : “ Andi ini berapa…?guru itu sambil menyodorkan lima jari tangannya
Andi : “ De de ti limane…"
Semua murid pun tertawa.
Guru : “ Andi cobak berhitung…?
Andi : “ sek,duek,teluk,pat,limek…dst..!!!
Ok silakan tertawa...sebelum anda ditertawai kehkehkeh....