E-mail : desa_tamblang@ymail.com

Jajak Pendapat di Tutup (Terima Kasih Atas Partisipasi Anda)

Bagaimana pendapat anda tentang orang luar Desa Tamblang yang berdomisili di Desa Tamblang dan lambannya pengerjaan Kantor Kepala Desa Tamblang.

Yang telah memberikan Komentar :

Dari : Men Dev's
kalo menurut saya mereka semestinya dikenakan biaya administrasi sesuai dengan ketentuan Desa Adat Tamblang dan mestinya tidak diperbolehkan tinggal di Tamblang kalo untuk berjualan saja sih ndak papa tapi kalo udah tinggal di Desa kita semestinya ndak..karna seperti yang saya alamai saya tinggal di Kuta dikenakan biaya administrasi yang tidak sedikit padahal saya orang Bali...nah mestinya mereka diperlakukan lebih dari orang Bali sendiri.mengenai Kantor Kepala Desa penanganan dan pembuatannya sangat lambat padahal yang saya tahu biaya udah dikeluarkan tidak sedikit tapi setengahnya aja belum selesai.

Dari : Eka
Menurut saya, sah-sah saja jika ada penduduk baru asal Jawa yang ingin menetap di Desa Tamblang. Sepanjang prosedur untuk menetap dilengkapi sebagaimana layaknya untuk penduduk pendatang dari lain daerah juga, dikenainya juga mereka akan kewajiban-kewajiban Desa Adat, dan mematuhi aturan-aturan Desa. Jika hanya menetap dan berjualan, mengapa tidak?jika mereka memulai hal-hal religius seperti hak untuk membuat mushola, hendaknya dari sekarang harus diwaspadai.Lambatnya kinerja Kantor Kepala Desa Tamblang, saya tidak bisa komentar.Karena belum pernah mengurus apapun disana. Tapi saya rasa, semua kantor pemerintahan di Indonesia semuanya sama saja.Terima kasih

Dari : Kt Surat
masalah orang jawa berdomisili di Desa Tamblang, bagi saya tidak apa2,tapi saya sangat berharap, orang jawa yang di maksud dapat menghargai budaya setempat, misalnya pada saat nyepi, pada saat ada hari raya lainnya. jangan sampai lah mereka itu memberi nuansa negatif di Desa Tamblang. kalau hanya berdomisili, tdk ada masalah. masalah yang kedua, tentang lambannya pembangunan kantor kepala desa, kita sebagai warga hendaknya bertanya pada yang bersangkutan dalam pembangunan terseut ADA APA GERANGAN KOK BISA BEGITU? hendaknya kepala desa memberi tau apa sebabnya, sebelum ada banyak komentar dari warga. tentunya akan ada beberapa komentar negatif.

Dari : Sudiatmika
menurut pendapat saya pertanyaan yg kita bahas perlu di ralat sedikit karena menurut saya penggunaan kata orang jawa akan menimbulkan diskriminasi ras antar sesama warga jawa dan bali pada khususnya dan sesama warga indonesia umumnya.kata yg baik di gunakan mestiny kata orang luar bali ataupun orang luar tamblang.
dari pertanyaan itu saya be comntar bahwasanya mereka yg berdomisili di desa kita tercinta sah saja kalau mngikuti prosedur prosedur berkepedudukan sesuai aturan aturan yg desa tmblang terapkan saat ini dan untuk ke depannya.tentang lambannya pengerjaan kantor kepala desa tamblang saat ini saya tak bisa pantau tapiyg jelas psti terbaik buat desa kita cinta.

Dari : Widiarsa
Pola dasar setiap kali pembangunan di desa hrs dirubah. Jangan selalu mengandalkan sumbangan warga. Manfaatkan dan berdayakan potensi masyarakat sebagai sumber pendanaan. Contoh : perbaiki pengelolaan air minum yg sebenarnya bs dipakai sebagai sumber pemasukan rutin buat desa, penglolaan pasar, pengelolaan LPD. Sudah saatnya generasi muda Tamblang yg rata2 berpendidikan tampil di depan dengan tdk mengutamakan usal usul keluarga, kaya.miskin. Kita perlu pemimpin yg bernai membuat terobosan.

Dari : Putu Ratna
Tntng orang luar tblng/bali yang berdomisili di tblng sah2 saja sepanjang mengikuti awig2 ds adat dan ds pemerintahan Tamblang, tapi khusus tentang kepemilikan properti di ds Tblng oleh orang luar hindu tolong kepada aparat ds dibatasi atau di kontrol dengan ketat, krn desa kita tercinta ini jangan sampai seperti Seririt ke utara, sepanjang jalan yg tampak megah adalah mesjid dan mushola, bukannya pura agung, sungguh ironis, Tentang pembangunan kantor kepala ds saya pribadi merasa cukup lambat, tolong dicantumkan dalam pengumuman ds tentang progess pembangunanannya dan di paruman diutarakan kesulitan yg dihadapi sehingga warga tamblang bisa ikut berperan

Dari : De Sugi
Kalau berbicara secara nasional, sah-sah saja orang luar Bali berdomisili di Bali, apalagi zaman globalisasi sekarang ini. Kita sebagai warga negara yang baik hendaknya bisa menjaga hubungan yang harmonis antar sesama dan seperti apa yang telah ada pada Tri Hita Karana.Tentang lambannya pengerjaan kantor Kades, hendaknya yang berwajib selalu berlandaskan pada asas transpransi, sehingga tidak menimbulkan suatu spekulasi yang negatif di masyarakat.

Dari : Yan Buda
Boleh saja mereka tinggal di tamblang asalkan mereka taat pada awig2 desa. Dan satu pesan untuk aparat desa tamblang, bukanlah lebih baik di buatkan aturan khusus untuk mereka. Misal, di kenakan biaya administrasi atau sering kita dengar KIPEM ( Kartu Identitas Penduduk Sementara ). Itu sangat perlu sekali. Karena dengan adanya KIPEM, kita bisa mendata perkembangan mereka. Dan kalau bisa, itu di batasi. Biar tidak sampai jumlah penduduk asli lebih sedikit dari jumlah penduduk pendatang. Karena semakin banyak hal negatif yg akan timbul. Seperti halnya yg sering kita lihat di kota2 besar.

Dari : Mang Trie
pendatang seharusnya kita kasih ruang yg memadai di tamblang,tidak semua pendatang membuat satu image yg buruk di tambalng,tp bs saja memberi kontribusi untuk kemajuan tamblang, yg paling terpenting adalah aturan2 yg di buat oleh pemerintah desa harus di perhatikan, terutama hrs lebih memperhatikan masyarakat aslinya.

Dari : Luh Miadi
kalo menurut saya sapa saja boleh tinggal dan mencari penghidupan dimana saja tidak terkecuali orang luar bali. Sama seperti di tempat lain khusus nya di denpasar , bagi warga diluar kota denpasar yang tinggal disana di kenai biaya atau lebih populer di denpasar dengan nama KIPEM . Kita kenakan iuran tersebut dan uang nya bisa kita manfaatkan untuk menambah keuangan desa. Tapi bagi para aparat nya ,tolong uang itu jangan disalah gunakan

Dari : Yanwi
seharusnya kita semua harus intropeksi diri bukan saja masalah pendatang yang serius di desa tercintaku tamblang tapi minuman keras yang sudah pada tahap menghawatirkan kita sudah sangat terbelakng dari desa lain padahal potensi kita tidaklah lebih buruk tapi karna moral dan tingkah laku kita sudah berubah. Sadarlah penerus pemuda desa tamblang kalau bukan kita siapa lagi yang harus memajukan desa kita. Mari sadar terhadap diri sendiri dan belajar supaya kita bisa menuju hidup yang lebih baik

Dari : Nanok
keberadaan org2 luar tamblang yg stay di tamblang itu ga mslh sepanjang mereka bisa menempatkan diri sbg warga tamblang juga. maksud saya disini sudah selayaknya mereka taat akan awig2 yang ada karena bagaimanapun juga dengan stay di tamblang itu berarti secara otomatis mereka sudah menjadi bagian desa tamblang juga. nah yg perlu ditambahakan adalah sbg konsekuensinya mereka sudah sepatutnya dikenakan biaya adm. seperti yang kita tahu hal itupun berlaku hampir disetiap wilayah di bali. mengenai pembangunan kantor kepala desa yang masih kalem2 saja, mohon kepada pihak yg berwenang, kalo emang ada mslh tlg bicarakan dlm paruman agar ga ada perspektif negatif dari warga.

Dari : Desar
Lambannya pengerjaan kantor kepala desa mungkin terbentur masalah biaya, mungkin pihak pembangunannya mesti melakukan transparasi masalah ini. kalau memang bukan masalah ini saya kira tidak lagi ada alasan lain tentang lambannya pembangunan ini. seandainya mereka mau benar benar transparan saya yakin akan ada banyak solusi yang keluar.

TCC mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi anda semua yang telah memberikan komentar, sukses selalu buat semua...

salam
www.desatamblang.blogspot.com

1 comment: